jump to navigation

Bagaimana Menjadi Kreatif May 14, 2008

Posted by yanggara in Life, Love n Health.
add a comment

Apakah kreativitas itu jatuh dari langit? Adilkah bila kita menganggap seseorang lebih kreatif ketimbang orang lainnya? Menurut beberapa ahli, itu semua nonsense! Memang benar kreativitas itu bakat dan anugerah, tapi tak berarti tak bisa diasah dan dibentuk. Kita sendiri juga bisa menciptakan kreativitas. Begitu pula Anda. Camkan bahwa:

1.Setiap orang bisa menjadi kreatif.

Anda tak perlu menjadi orang yang sangat spesifik atau unik, apa lagi jenius untuk menjadi kreatif.

2.Kreativitas dapat diekspresikan dalam berbagai pekerjaan dan aspek kehidupan.

Artinya, Anda bisa menciptakan suatu hukum baru, atau cara baru dalam mengisi hidup. Atau menciptakan hal-hal baru, atau alternatif baru dalam memecahkan masalah-masalah klasik.

Bagaimana memanfaatkan energi Anda untuk menjadi kreatif. Cobalah langkah ini:

3.Keluarkan jiwa kanak-kanak Anda Ketika kita belia, kita dibimbing oleh intuisi dan perkiraan.

Tapi, setelah dewasa, sudah lebih banyak “dos” and “dont’s”. Beri pendekatakan kekanakan pada setiap proyek, beri kebebasan dan buka pikiran. Berpikirlah secara naif dan karanglah pertanyaan-pertanyaan tolol. Dulu, ketika pesawat terbang pertama diciptakan, pasti ada pertanyaan-pertanyaan ‘tolol’ yang tidak mungkin yang dilontarkan penciptanya pada diri sendiri.

4.Katakan ‘jangan banyak omong’ pada orang dewasa dalam diri Anda Kalau akan berkarya, bagian otak yang logis dan dewasa sering menghalangi karena adanya faktor ketidakmungkinan.

Jangan dengarkan, teruslah berkarya. Soalnya, itu akan menekan ide-ide kreatif Anda. Entah itu dalam menulis, melakukan pekerjaan tangan, dan semacamnya.

5.Izinkan diri Anda melakukan kesalahan Ada satu langkah dalam kehidupan yang ‘menyuruh’ orang berbuat salah.

Misalnya, mencoba sesuatu yang tidak lazim, dengan tujuan menciptakan sesuatu yang baru. Itu bagus, karena Anda akan belajar dari kesalahan itu, supaya langkah selanjutkan akan lebih baik. Bayangkan seorang pelukis yang memiliki buku sketsa yang tebal. Pasti dia telah melakukan banyak kesalahan sebelum mencapai gambar yang terbaik.

7.Isi ‘baterai Anda Pikiran kreatif membutuhkan ide segar, seperti otot membutuhkan makanan.

Jadi, lihatlah sekitar Anda. Tontonlah film, datangi toko, museum, atau apa pun yang Anda sukai. Pikiran Anda akan menyerap pelbagai hal, yang mungkin bisa menjadi sumber ide.

8.Cobalah memiliki kegiatan rutin Kalau pikiran Anda sedang buntu, beritirahatlah sejenak dan kerjakan sesuatu yang sifatnya rutin.

Misalnya, mencuci piring, mandi, bercukur, atau cuma berjalan sekeliling tempat Anda. Pekerjaan ini akan membuat pikiran pragmatis Anda sibuk, sehingga pikiran yang kekanak-kanakan itu akan muncul tiba-tiba.

9.Tuliskan Ide bagus bisa muncul pada saat-saat tak terduga.

Kalau Anda selalu punya alat tulis, Anda bisa menuliskannya segera supaya Anda tidak lupa. Konon, Paul McCartney menciptakan lagu Yesterday yang legendaris itu ketika bangun tidur. Kalau tak kontan menuliskannya, pasti ide itu keburu lenyap.

Bagi orang-orang Barat sana, yang terbiasa menulis jurnal harian, menulis bukan perkara yang sulit-sulit amat. Ada ahli yang menyarankan agar Anda menulis 3 halaman apa pun setiap pagi. Katanya, di antara yang nggak-nggak yang Anda tulis, pasti akan ketemu ide bagus. Soalnya, menulis itu bisa merangsang ide.

10.Percaya bahwa Anda bisa melakukannya.

Jangan ragu-ragu ketika memulai sesuatu. Yang penting Anda percayai, kita semua punya kekuatan untuk menjadi kreatif, siapa pun dia adanya.

Makin Intelek, Frekuensi Seks Rendah May 14, 2008

Posted by yanggara in Life, Love n Health.
add a comment

Adakah hubungan antara kecerdasan dengan dorongan seks? Hmm, pertanyaan ini mungkin pernah dilontarkan oleh orang yang sedang iseng. Namun, kalau jawabannya seperti pernyataan di atas, jangan-jangan banyak di antara kita yang lebih suka mengaku bahwa dirinya bodoh.

Tapi, sayangnya pernyataan di atas tidak main-main. Paling tidak, itulah hasil riset yang dilaporkan oleh sebuah studi yang meneliti 10 ribu orang dewasa pada tahun 1997. Hasilnya, dilaporkan dalam majalah American Demographics.

Risetnya sendiri ditujukan untuk menemukan hubungan antara gairah seksual dengan intelegensia. Ternyata, hasil penemuannya menyatakan, semakin pintar Anda, semakin sedikit seks yang pernah Anda lakukan atau yang Anda inginkan.

Disebutkan bahwa para intelektual yang merupakan lulusan pascasarjana ‘hanya’ berhubungan intim 52 kali setahun, sementara yang sarjana bisa sampai 61 kali setahun. Yang DO dari kampus, ternyata sampai 59 kali setahun.

Sementara itu, pria-pria yang pekerjaannya dimulai jam 9 dan diakhiri jam 5 petang berhubungan intim 48 kali seminggu –bandingkan dengan 82 kali yang dicapai oleh mereka yang bekerja lebih dari 60 jam seminggu. Konon, ini disebabkan peningkatan testosteron yang mempengaruhi gairah seks dan dorongan bekerja. Di sisi lain, mereka yang senang musik jazz, berhubungan intim 34% lebih banyak ketimbang pencinta pop dan klasik.

Berapa kali yang normal?
Hampir semua pakar seks berpendapat bahwa tidak ada jumlah yang tepat untuk menyatakan bahwa seseorang harus punya frekuensi sekian kali untuk menggolongkan ke(tidak)normalannya. Bagi setiap orang, frekuensi seks amat unik. Ada yang bisa setiap hari, seminggu sekali, bahkan setahun sekali. Kalau tidak ada masalah dengan pasangan, sesering atau sejarang apa pun, oke-oke saja.

Dr. Boyke Dian Nugraha, konsultan seks, berpendapat bahwa seks yang sehat biasanya dilakukan 2-3 kali seminggu bagi pasangan dalam kondisi prima. Tapi, mungkin Anda juga ingin tahu berapa sering orang lain melakukan hubungan yang terintim itu?

Sebuah penelitian di Australia pada tahun 1997/1998 menunjukkan bahwa pasangan berumur 20-an melakukan 144 kali hubungan seks setahun, yang 30-an 112 kali, 40-an 78 kali, 50-an 63 kali, dan mereka yang 60-an 61 kali setahun.

Tentu saja, frekuensi yang disebutkan adalah rata-rata. Jadi, bisa saja ada orang berusia 65 masih kuat melakukan hubungan seks 6 kali seminggu, sementara yang 20 tahun malah tak pernah melakukan hubungan intim sama sekali. Yang menarik, dari penelitian itu terungkap pula bahwa 81% pasangan mengaku bahagia dengan kehidupan seksnya.

10 Ciri Orang yang Berpikir Positif May 14, 2008

Posted by yanggara in Life, Love n Health.
add a comment

Semua orang yang berusaha meningkatkan diri dan ilmu pengetahuannya pasti tahu bahwa hidup akan lebih mudah dijalani bila kita selalu berpikir positif. Tapi, bagaimana melatih diri supaya pikiran positiflah yang ‘beredar’ di kepala kita, tak banyak yang tahu. Oleh karena itu, sebaiknya kita kenali saja dulu ciri-ciri orang yang berpikir positif dan mulai mencoba meniru jalan pikirannya.

1. Melihat masalah sebagai tantangan
Bandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia.
2. Menikmati hidupnya
Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati, meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik.
3. Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide
Karena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik.
4. Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas di benak
‘Memelihara’ pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Sebetulnya tidak apa-apa, ternyata malah bisa menimbulkan masalah.
5. Mensyukuri apa yang dimilikinya
Dan bukannya berkeluh-kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya
6. Tidak mendengarkan gosip yang tak menentu
Sudah pasti, gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. Karena itu, mendengarkan omongan yang tak ada juntrungnya adalah perilaku yang dijauhi si pemikir positif.
7. Tidak bikin alasan, tapi langsung bikin tindakan
Pernah dengar pelesetan NATO (No Action, Talk Only), kan? Nah, mereka ini jelas bukan penganutnya.
8. Menggunakan bahasa positif
Maksudnya, kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme, seperti “Masalah itu pasti akan terselesaikan,” dan “Dia memang berbakat.”
9. Menggunakan bahasa tubuh yang positif
Di antaranya adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan gerakan tangan yang ekspresif, atau anggukan. Mereka juga berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias, dan ‘hidup’.
10. Peduli pada citra diri
Itu sebabnya, mereka berusaha tampil baik. Bukan hanya di luar, tapi juga di dalam.

Proses Jatuh Cinta April 16, 2008

Posted by yanggara in Life, Love n Health.
Tags:
add a comment

Ada dua proses jatuh cinta yang biasanya disebut orang. Pertama terjadi secara tiba-tiba, atau yang dikenali dengan “love at the first sight” (cinta pandang pertama). Dan yang kedua terjadi setelah melalui proses interaksi, atau dalam pepatah Jawa mengatakan “tresno jalaran saka kulino” (cinta yang terjadi setelah pertemuan yang berulang-ulang).

Love at the First Sight

Jatuh cinta “segera” seperti ini, seperti istilahnya, tertumpu pada ketertarikan visual yang ditangkap oleh panca indra. Tentu saja yang ditangkap panca indra ini adalah penampilan fisikal. Bila ada gadis cantik, seksi, dan manis serta ayu, tentu dia akan jadi korban dari banyak first-sight love dari para lelaki di persekitaranya.

Banyak pemeran drama cinta seperti ini adalah terdiri dari kaum lelaki, karena tidak dinaifkan bahwa kaum lelaki ternyata masih memiliki sense untuk tertarik pada kondisi fisikal lawan jenisnya sebagai faktor utama. Karena sifatnya yang “segera”, maka first sight love ini boleh terjadi berulang-ulang pada banyak wanita yang cantik atau lelaki yang tampan. Namun, cukup banyak cinta seperti ini menjadi awal untuk hubungan yang lebih serius bagi banyak pasangan.

Tresno Jalaran Saka Kulino

Jatuh cinta seperti ini keliahatan lebih matang dan kukuh, karena panah asmara tidak begitu saja tertancap apabila sepasang anak manusia bertemu. Ada proses panjang sebelum busur panah asmara ditancapkan, di mana pasangan tersebut saling mengenali, berinteraksi hingga masing-masing tahu kelebihan dan kekurangan setiap individu diantara mereka, hingga kemudian terjadi keserasian yang berakhir pada pertalian kasih seterusnya melahirkan rasa sayang di antara keduanya.

Pada jatuh cinta seperti ini, pertimbangan kondisi fisikal bukanlah faktor utama lagi. Keserasian lebih tepat disebut sebagai faktor utama agar jatuh cinta seperi ini boleh terjadi. Sebagai individu yang pasti memiliki keinginan untuk sharing (berbagi) dan menyatakan untuk saling mememerlukan, memberikan peluang terjadi match (keserasian) perasaan dengan lawan jenis yang boleh menimbulkan perasaan suka yang berlanjutan menjadi cinta seterusnya melahirkan sayang.

Pengungkapan

Jika seseorang jatuh cinta pada lawan jenisnya, apa yang kemudian terjadi? Tentu saja harus didorong oleh pengungkapan, atau menyatakan cinta secara eksplisit kepada lawan jenisnya. Kultur negara-negara di Asia tidak mengizinkan bila wanita yang mengambil inisiatif pengistiharan cinta ini. Perkara inilah yang menjadikan ia suatu masalah yang pelik apabila si lelaki tidak mampu menangkap signal cinta dari si wanita, atau si lelaki tidak memiliki cukup keberanian untuk mengungkapkan perasaannya.

Bagi wanita, pengistiharan cinta yang eksplisit adalah cukup esensial karena berfikir bahawa dia tidak ingin agar cintanya bertepuk sebelah tangan. Namun, bagi si lelaki, ketakutan akan penolakan menjadikan pengungkapan ini perkara yang memerlukan keberanian yang cukup besar untuk melakukannya. Akhirnya ada sebentuk pengungkapan cinta eksplisit yang berbentuk surat agar si lelaki tidak perlu bertatap muka langsung sehingga menghapuskan kebimbangang kemungkinan penolakan secara langsung dari si wanita yang dicintainya di depan mata si lelaki tersebut (Jangan sampe ada yang kayak gini ya, Cews lebih suka pengungkapan secara langsung lho).

Menurut anda, proses manakah yang ideal bagi seseorang untuk jatuh cinta? Dan benarkah seorang wanita “diharamkan” (tidak diharamkan tp lbi kefaktor gengsi n pricelist, mayoritas cows lbi suka cews yg agal jual mahal jd kl bisa didapatkan wuah perasaan cows pasti lbi punya gengsi daripada punya cews tp cews nya yang nembak duluan ‘biasanya cows akan menganggap sebagi bentuk hadiah dan kurang menghargai si cews’) untuk mengutarakan rasa cintanya kepada lawan jenisnya terlebih dahulu? Hanya anda sendiri yang dapat menjawabnya. Kerana ianya bersifat sangat eksklusif dari individu yang sedang jatuh cinta itu sendiri.